Makna sebuah kejujuran....


Kejujuran... sering diibaratkan sebagai mata uang yang akan berlaku dimanapun tempat, yang tidak terbatasi oleh ruang, wilayah, Negara bahkan oleh waktu, karena bernilai dan memang dibutuhkan.

Kejujuran... sama halnya kebenaran... acap kali sering terdesak oleh kuatnya ambisi kekuasaan dan pengaruh duniawi, namun dapat diyakini bahwa kejujuran dan kebenaran itu tidak akan pernah dapat dimusnahkan/termusnahkan.Bahkan orang yang berbuat salah dan dosa sekalipun akan dianggap benar, karena kejujurannya mau mengakui semua kesalahan yang diperbuat.

Ada sebuah kisah lucu yang pernah diceritakan oleh dosen saya waktu kuliah,
Waktu itu pak dosen baru melaksanakan ujian akhir semester, biasa kalau kuliah pasti ada ujian, nah pada waktu itu ujian berjalan dengan hikmat akan tetapi ada 2 mahasiswa yang belum berangkat sampai ujian pun selesai. Ketika kedua mahasiswa yang terlambat itu tahu kalau ujian sudah selesai, mereka memohon untuk diadakan ujian susulan.
Sang dosen pun tanya apa penyebab mereka bisa terlambat ikut ujian.

Mahasiswa yang satu pun menjawab bahwa dia terlambat karena tadi naik angkot tapi bannya bocor sehingga nunggu harus mengganti ban terlebih dahulu.


Kemudian mahasiswa yang satunya juga di tanya, dan dia memberi alasan bahwa dia naik angkot yang sama dengan temanya yang satu tadi sehingga dia juga terlambat.

Mendengar jawaban itu sang dosen pun akan mengadakan ujian susulan untuk kedua mahasiswa tersebut. Dan lebih enaknya lagi mahasiswa itu hanya di beri 2 pertanyaan yang singkat. yaitu :
- Ban bagian mana yang bocor pada angkot yang tadi anda naiki?
dan
- Dimana angkot yang anda naiki tadi bocor ?

hanya dengan 2 pertanyaan itu, dan dosenpun memberi kesepakatan kalau kedua jawaban dari mahasiswa itu sama maka mereka akan di luluskan, dan jika tidak maka akan mendapat nilai yang buruk.

Nah,... ketika mahasiswa itu jujur dalam memberi jawaban, maka mereka akan mudah menjalani masalah yang selanjutnya mereka hadapi, tapi jika tidak ?.....

Orang yang tidak jujur bahwa dirinya awam... maka ia tidak akan pernah mendapatkan hidayah, untuk sadar dan mau belajar sehingga ia menjadi pandai.

Orang yang tidak jujur bahwa dirinya masih Lemah... maka ia tidak akan mendapat Hidayah sehingga ia tidak pernah berupaya untuk menjadikan dirinya lebih kuat.

Orang yang tidak jujur bahwa dirinya telah berbuat salah... hanya untuk menutupi ambisi dan kekuasaan duniawi..., maka selamanya ia tidak akan pernah memperbaiki diri... dan betapa ruginya orang yang seperti ini.


Komentar